Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Sumedang Lakukan Mitigasi Penyakit pada Hewan Ternak untuk Kurban

Jelang lebaran Idul Adha, Kabupaten Sumedang akan perketat lalu lintas hewan ternak untuk kurba. Hal ini disebabkan karena ada beberapa penyakit yang muncul pada hewan ternak.

Dzikrillah Tauzirie
Kamis, 08 Juni 2023 | 17:20 WIB
Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Sumedang Lakukan Mitigasi Penyakit pada Hewan Ternak untuk Kurban
Ilustrasi, Dinas Peternakan dan Perikanan lakukan mitigasi cegah penyakit hewan ternak untuk kurban (suara.com/alfian winanto)

SUARA SUMEDANG - Jelang lebaran Idul Adha, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang akan memantau hewan ternak untuk kurban.

Hal ini disebabkan munculnya beberapa penyakit pada hewan ternak yang biasa dijadikan hewan kurban saat Idul Adha.

Oleh sebab itu, lalu lintas hewan kurban di Kabupaten Sumedang akan diperketat jelang pelaksanaan lebaran Idul Adha.

Kepala Diskanak, Tono Suhartono mengatakan upaya yang dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut ialah dengan cara memantau hewan ternak yang masuk ke pasar hewan.

Baca Juga:Liga 1 Segera Mulai, Penyerang Persib Bandung David da Silva Akui Lelah, Ada Apa?

“Kami semua siaga dan terus melakukan pemantauan terhadap hewan ternak terutama yang masuk ke pasar hewan,” kata Tono, dikutip Suara Sumedang dari laman Pemkab Sumedang (8/6/2023).

Adapun penyakit pada hewan ternak yang muncul, yaitu PMK, LSD, dan PPR.

Tono mengatakan akan menyediakan dokter hewan di area pasar hewan untuk memastikan kondisi hewan ternak tersebut.

“Untuk memastikan hewan ternak yang masuk ke pasar hewan dalam kondisi sehat, telah disiapkan dokter hewan di area pasar hewan,” ucapnya.

Selain itu, Tono mengingatkan kepada masyarakat agar tidak sembarangan dalam membeli hewan kurban, apalagi berasal dari luar kota. 

Baca Juga:Desta Mahendra Akui Tak Sanggup Nonton Berita Perceraian dengan Natasha Rizky Pilih Putar Video Ini untuk Jadi Huburan

Ia juga menghimbau untuk memastikan membeli hewan kurban dalam kondisi sehat, bahkan kata Tono, jika ditemukan gejala, bisa menghubungi petugas.

“Pastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat dan jangan ragu untuk menghubungi petugas bila ditemukan gejala-gejala yang mencurigakan pada hewan kurban,” jelasnya. (*)

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak